Memahami Bisnis SaaS seperti Netflix

Memahami Bisnis SaaS seperti Netflix

Description
I try to explain the business concept of Software as a Service to the common bahasa-speaking public, not just the tech-savvy ones.
Last Updated At
Sep 1, 2021 01:20 AM
Tags
 

Mengapa Kamu Perlu Memahami SaaS

Bagi kamu yang telah atau ingin memiliki bisnis, perusahaan SaaS dapat merendahkan biaya operasional kamu, dengan memberikan otomasi dan meringankan proses atau fungsi bisnis yang biasanya melibatkan banyak tenaga kerja dalam jumlah dan waktu.
 
Contoh paling mudah adalah fungsi akuntansi dalam suatu bisnis. Di zaman belum jauh dari masa ini, bisnis sangat tergantung dengan para akuntan untuk melakukan pembukuan secara teliti dan akurat. Begitu suatu bisnis perusahaan berkembang menjadi lebih besar, maka dibutuhkan pula lebih banyak akuntan, maka ketersediaan akuntan untuk perkembangan perusahaan menjadi sangat penting. Sekarang, hal itu tidak menjadi masalah dengan banyaknya software akuntansi yang ditawarkan.
 
Bagi tenaga kerja baru, perusahaan SaaS memberikan lowongan pekerjaan dengan kestabilan yang lebih dibandingkan dengan perusahaan teknologi jenis lainnya. Ini disebabkan perusahaan dengan model bisnis seperti ini sangat memperhatikan dan mengandalkan laba (profit, keuntungan, net income, apapun terminologi yang biasa kamu gunakan).
 
Selain itu, tentunya kalau kamu seorang software developer, kamu punya keunggulan dalam membangun bisnis SaaS dengan telah menguasai coding skill.
 
Lalu bagaimana dari kaca mata pemerintah? Semakin banyak usaha dan bisnis yang berkembang di perekonomian, semakin cepat pertumbuhan ekonomi. Apalagi dengan makin menjamurnya UMKM, perekonomian akan makin lebih tahan terhadap resesi dan krisis karena aktivitas bisnis tidak terpusat di segelintir perusahaan besar.
 
Berkembangnya industri SaaS di suatu perekonomian akan mendorong percepatan perkembangan UMKM dan perusahaan besar, serta merendahkan cost of starting business.
 
Seperti yang dibahas di atas dari contoh fungsi accounting, SaaS memberikan kemudahan bagi pengusaha atau perusahaan untuk mengoperasikan bisnis mereka dengan biaya yang jauh lebih murah dan komitmen yang lebih kecil.
 
Relevansi SaaS juga akan dirasakan oleh masyarakat biasa pada umumnya karena dengan kemudahan memulai dan mengembangkan bisnis akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta beragam layanan dalam bentuk produk yang ditawarkan kepada publik (pernah dengar Netflix atau Spotify kan?).
 

Apa sebetulnya yang dimaksud dengan SaaS

Kita telah membahas relevansi dan dampak SaaS sebelumnya. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan SaaS itu sendiri?
💡
SaaS adalah singkatan dari Software as a Service, yang secara mudah dapat dijelaskan sebagai jenis layanan dan transaksi suatu jasa dalam bentuk produk berlangganan (aplikasi)
 
Perlu dipahami bahwa membayar SaaS berbeda dengan membayar software house, consultant, freelance. Dimana mereka akan mengembangkan produk sesuai kebutuhanmu dengan tarif per satuan waktu sesuai spesifikasi, dan produk hasilnya menjadi milik kamu.
SaaS pun berbeda dengan membeli software dengan sistem lisensi, misal ketika kamu dahulu membeli lisensi windows 7 atau microsoft office (semoga original) dvd installer.
Berlangganan suatu produk SaaS kamu seakan menyewa produk dari perusahaan, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah dan tidak butuh komitmen besar. Kamu membayar biaya bulanan untuk bisa memakai jasa perusahaan dalam bentuk aplikasi. Kapanpun kamu mau, kamu bisa memutuskan untuk berhenti.
 
Studi kasus: BIOSKOP Tradisional vs Netflix / iFlix
Kita ambil Netflix sebagai contoh. Jasa yang ditawarkan oleh Netflix kepada para penggunanya adalah sama seperti jasa yang ditawarkan oleh perusahaan Bioskop, yaitu menyaksikan tayangan dalam rentang waktu tertentu. Ketika kamu menonton Bioskop atau Netflix, kamu tidak memiliki hak milik atas tayangan tersebut (berbeda dengan kalau kamu membeli DVD/Blu-ray atas tayangan tersebut), kamu hanya membayar untuk hak "memakai" (dalam hal ini menonton) tayangan tersebut.
😁
Sebelum terlihat seakan kami pendukung setia Netflix, kami ingin mengatakan bahwa Vidio dan iFlix, yang merupakan produk lokal buatan Indonesia tercinta, juga menawarkan hal yang serupa kurang lebih. Namun untuk memudahkan penjelasan, mohon maaf kami akan memakai nama Netflix seterusnya di artikel ini.
Perbedaan antara Netflix dan Bioskop terletak dari pelayanan/penyampaian (delivery) hak pakai tersebut. Kalau di Bioskop, mereka menyediakan layar besar, ruangan ber-ac (sangat dingin biasanya) lengkap dengan kursi yang nyaman. Netflix tidak menyediakan hal-hal tersebut, tapi mereka "melayani" kamu dalam sisi kemudahan menonton; kamu bebas menonton apapun yang mereka sediakan, kapanpun kamu mau, dan di gadget apapun yang kamu miliki. Netflix juga menawarkan harga yang lebih ekonomis, jika untuk menonton di Bioskop kamu perlu membayar sejumlah film yang kamu tonton, di Netflix kamu hanya perlu membayar biaya langganan, terlepas dari jumlah film yang kamu tonton.
 
💡
Sekarang dapat disimpulkan bahwa SaaS adalah model bisnis yang pelayanannya terhadap pelanggan mereka dijalankan dalam bentuk produk software (aplikasi).
 
Keunggulan model bisnis SaaS
  • Perkembangan skala usaha jauh lebih mudah dan cepat
    • Ini adalah keunggulan kunci model bisnis Netflix/iFlix/Vidio, yang tidak akan pernah bisa disaingi oleh model bisnis Bioskop.
      Sebelumnya, apa yang dimaksud dengan skala usaha?
      Definisi sederhana skala usaha, dalam industri apapun, adalah seberapa banyak pihak yang bertransaksi dengan suatu usaha tersebut. Jadi kita bukan berbicara sekedar volume atau nilai total transaksi, melainkan juga seberapa banyak pihak yang kita berhasil lakukan transaksi dengan, atau kata lainnya: seberapa banyak customer atau pelanggan kita.
      Bagi Netflix, untuk bertransaksi dengan 1 juta pelanggan di satu bulan, jauh lebih mudah dibandingkan bagi perusahaan bioskop bertransaksi dengan 1 juta pelanggan.
      Untuk bisa mencapai skala tersebut, bioskop harus:
      1. Membuka lebih banyak cabang (butuh biaya sewa lokasi + biaya furnishing lokasi tersebut)
      1. Memperkerjakan lebih banyak lagi karyawan
      1. Menyediakan lebih banyak lagi peralatan dan sistem (terkait problem No. 1)
      Tentunya jika mereka berniat dan memiliki modal, tantangan-tantangan tersebut bisa teratasi, namun penekanan kami adalah itu semua butuh modal, tenaga kerja, dan waktu.
      Tantangan-tantangan tersebut bagi Netflix tidak ada. Tentunya ada penambahan biaya dan tenaga kerja yang terlibat bagi Netflix:
      1. Load server lebih besar karena dipakai lebih banyak penonton, jadi biaya server akan naik
      1. Semakin besar load nya, maka semakin banyak software engineer dan quality assurance engineer yang perlu ditunjuk untuk mengelola sistem; sehingga pengeluaran gaji juga akan meningkat
      Tapi kenaikan di komponen biaya yang ditanggung oleh Netflix untuk mencapai skala yang sama yang sedang kita bahas (1 juta pelanggan per bulan), jauh lebih murah secara eksponensial dibanding dengan pengeluaran lebih yang perlu ditanggung perusahaan Bioskop. Belum lagi, waktu yang dihemat oleh Netflix untuk mencapai skala tersebut, tidak akan bisa disaingi oleh Bioskop (untuk menyesuaikan server agar bisa menahan load lebih besar, sangat mudah di zaman sekarang. Tinggal klik-klik saja).
       

      Apa keunggulan bisnis SaaS?

       
  • Bisa menjamah lebih banyak segmen dengan beragam paket harga
    • Bisnis Saas umumnya tidak menawarkan satu paket harga, tapi beberapa paket yang ditargetkan untuk menarik jenis-jenis calon pelanggan yang berbeda agar menjadi pelanggan tetap.
       
      Ilustrasi pricing plan Netflix
      Ilustrasi pricing plan Netflix
       
      Penawaran yang berbeda dalam hal manfaat dan harga di tiap paket memungkinkan Netflix untuk secara akurat mengenakan harga yang lebih murah selagi tetap mendapat keuntungan, dan pelanggan tetap dapat menikmati manfaat yang diberikan oleh Netflix, dengan batasan yang mereka terima.
       
  • Revenue lebih mudah diprediksi
    • Dikarenakan pelanggan membayar langganan, transaksi tersebut adalah transaksi berulang. Betul, bahwa mereka bisa saja tidak memperbaru langganan ke depannya atau bahkan membatalkan transaksi, namun sifat transaksi yang terjadi antara bisnis Saas dengan pelanggan mereka bukanlah transaksi satu kali (one-time transaction) atau jual-beli putus.
       
      Selama pelayanan yang ditawarkan bisnis tersebut dirasa oleh pelanggan memberikan nilai terbaik untuk biaya langganan yang dibayarkan, mereka akan tetap menjadi pelanggan dan memberikan aliran revenue yang konsisten bagi bisnis (ini di luar kejadian ekstrim seperti bencana, resesi, pandemi, dan sebagainya)
       

Kelemahan bisnis SaaS

  • menggaet pengguna baru lebih sulit karena melibatkan pembayaran di muka
    • Berbeda dengan model bisnis lainnya, ecommerce misalnya, dimana umumnya pelanggan tidak diharuskan untuk membayar apapun untuk bisa memakai aplikas, bisnis SaaS mengharuskan pelanggan untuk membayar di muka, sehingga menjadi rintangan pertama bagi si pelanggan untuk mulai menggunakan aplikasi. Tentu saja biasanya bisnis SaaS menawarkan paket gratis atau trial, tapi terdapat batasan waktu atau fitur yang sangat rendah.
  • pelayanan setelah penjualan/pembayaran tetap ada,
    • Pada akhirnya, bisnis SaaS adalah penyedia jasa. Konsekuensinya adalah setelah pembayaran, penyedia jasa telah membuat komitmen jangka panjang untuk melayani pelanggan sebaik mungkin sesuai ekspektasi pelanggan. Kegagalan dalam hal tersebut akan mendorong pelanggan untuk berhenti berlangganan dan pindah ke kompetitor
 
 

Pentingnya Pricing bagi SaaS

 
Pricing, atau strategi penetapan harga bagi SaaS menentukan hidup-matinya bisnis SaaS. Jika MRR adalah komponen terpenting dalam bisnis SaaS, maka pricing menjadi kunci penting juga karena menjadi fondasi seberapa besar MRR yang mengalir setiap bulannya bagi bisnis.
 
Ibaratnya MRR adalah oksigen bagi SaaS, sementara pricing adalah lubang pernapasan.
 
Bukan, ini bukanlah hiperbola. Jika kamu sedang atau berencana mengembangkan bisnis SaaS, jangan pernah melalaikan strategi pricing.
 
Menetapkan harga terlalu rendah dari seharusnya, maka akan memberatkan masa depan bisnismu karena biaya pengembangan dan operasional tidak terkompensasi. Jangan lupakan juga dampak negatifnya terhadap semangat dan mood tim.
 
Memasang harga terlalu tinggi maka kamu beresiko "mengusir" mayoritas calon pelanggan.
 
Pada praktiknya di lapangan, mayoritas SaaS secara sadar atau tidak, memilih strategi memasang harga rendah karena takut kehilangan calon pelanggan, bahkan sebelum mereka mendaftar.
Dan untuk memperburuk keadaan, sebagian besar juga memiliki Free Plan, paket gratis untuk selamanya. Betul, dengan menawarkan paket gratis, kamu mendapatkan pengguna baru daripada tidak dan selalu ada harapan bahwa ke depannya mereka akan memutuskan untuk upgrade dan memilih paket yang berbayar.
 
Tetapi sudah umum diketahui bahwa mayoritas dari pengguna gratis tidak akan pernah melakukan upgrade selamanya. Belum lagi kamu tetap perlu membayar biaya-biaya tetap dan juga menyediakan dukungan bagi mereka jika mereka mengalami kesulitan.
 
Kesimpulannya, iya pricing sangat penting dan memerlukan perhatian lebih dari kamu, tetapi biasanya mendapatkan perhatian lebih sedikit jika dibanding dengan pengembangan produk atau advertising.
 
Patrick McKenzie, seorang software engineer yang dipandang sebagai ahli di bidang pricing untuk SaaS di dunia (dia mendirikan 2 bisnis SaaS dan berhasil menjualnya setelah berkembang sukses, sekarang bekerja di Stripe Atlas) telah menulis banyak hal tentang pricing berdasarkan pengalamannya langsung membangun bisnis dan juga sebagai konsultan bagi banyak bisnis SaaS.
 
Yang ditemukan oleh McKenzie adalah mayoritas bisnis SaaS memulai dengan penawaran pricing lebih rendah dari seharusnya. Yang kita maksud dengan "seharusnya" adalah seharusnya mereka bisa meraup revenue lebih banyak, tanpa merugi karena kehilangan calon pelanggan yang tidak tertarik dengan paket harga yang lebih tinggi.
 

4 Metrics (Alat Ukur) Keberhasilan Bisnis SaaS

 
“What gets measured, gets managed.” - Peter F. Drucker
 
Selayaknya semua bisnis, laba/rugi atau arus kas adalah metric (alat ukur) terpenting untuk menilai seberapa sehatnya bisnis tersebut.
 
Tetapi untuk perusahaan teknologi informasi (TI), metric tradisional tersebut seringkali di-nomor duakan, dengan metric-metric yang lebih relevan dengan growth, seperti active users growth, diprioritaskan. Ini karena bagi investor di industri ini, high growth lebih diutamakan untuk menguasai market share sebesar dan secepat mungkin
.
Inilah yang menyebabkan kamu akan melihat banyak perusahaan ecommerce rela membayar mahal agar iklan mereka ditayangkan di berbagai media.
 
Dan untuk meraih profit tidak menjadi fokus, bahkan hingga IPO mereka.
 
Ini juga yang membuat bisnis SaaS unik, berbeda dengan model bisnis TI lainnya. Dikarenakan SaaS memberikan manfaat kepada para pelanggannya sebagai imbalan dari biaya langganan yang dibayarkan, perusahaan SaaS mempunyai aliran pendapatan yang dapat diandalkan.
 
Walau mungkin profit juga tidak dengan mudah diraih karena biaya riset, pengembangan, dan sales, jalan menuju profitability lebih jelas dan nyata. Di bawah ini ada beberapa metric yang minimal harus menjadi fokus utama dari bisnis SaaS.
 

Tanpa Memperhatikan Data, SaaS Hanya Mengandalkan Keberuntungan

 
Keunggulan model bisnis SaaS terletak pada predictability, hal yang sangat asing bagi bisnis teknologi dan komunikasi pada umumnya. Berbagai teknologi baru, baik itu dalam bentuk hardware atau software atau infrastruktur, membuat industri ini berkembang sangat cepat dan sulit diprediksi.
 
Predictability memungkinkan pemilik, pengelola bisnis SaaS untuk merencanakan masa depan dan mengambil keputusan stratejik yang tepat.
 
Tetapi seperti yang kita lihat di pembahasan ini, data memegang peranan kunci untuk meraih ini semua. Tidak tersedianya atau tidak tersusunnya data membuat keunggulan bisnis SaaS ini tidak dapat diraih.
 
Singkat kata, kalau kamu memiliki bisnis SaaS dan tidak mengumpulkan, menyusun, dan memonitor metric-metric kunci yang telah kita bahas di atas, maka kamu telah merugikan dirimu sendiri dan bisnismu.